Refleksikan Perjuangan Kaum Perempuan, MAN 1 Kudus Selenggarakan Upacara Peringatan Hari Kartini Tahun 2024

Kudus – Senin, 22 April 2024 bertempat di Hall Indoor MAN 1 Kudus, diselenggarakan upacara peringatan Hari Kartini. Sebagaimana diketahui luas, bahwa Kartini merupakan sosok pahlawan perempuan yang memperjuangkan kesetaraan hak bagi kaumnya di tengah alam kolonialisme yang sangat diskriminatif terhadap posisi dan kedudukan social, lebih-lebih terhadap perempuan pribumi. Kartini berasal dari keluarga priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ia lahir di Jepara, 21 April 1879 dan wafat di Rembang, 17 September 1904 di usia 25 tahun.

Upacara peringatan Hari Kartini kali ini diikuti oleh segenap guru, staff karyawan, dan seluruh siswa MAN 1 Kudus. Dresscode peserta upacara kali ini adalah seragam batik khas Nusantara. Bertindak sebagai pemimpin upacara adalah Excel Valena Iklila (XI IPS 1), adapun yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah Ibu Hj. Etty Mutammimah, S.Pd.I selaku Waka Humas sekaligus Guru Bimbingan Konseling di MAN 1 Kudus. Dalam amanatnya, Bu Etty, sapaan akrabnya mengingatkan kepada seluruh peserta upacara akan pentingnya merefleksikan dan me-reaktualisasikan semangat perjuangan Kartini sebagai perempuan Jawa yang tetap menghormati tradisi Jawa, akan tetapi memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan, menginginkan modernitas, dan kemajuan bagi kaum bumiputera, tak terkecuali perempuan. Semangat literasi dan pemikiran brilian Kartini tentang nasib bangsanya dapat dilacak melalui korespondesnsinya bersama sahabat penanya yang ada di Belanda. Surat-surat itu kemudian dikumpulkan oleh Mr. J. H. Abendanon dan diterbitkan pada tahun 1911 dengan judul Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Emansipasi menjadi denyut semangat yang terus digelorakan oleh R.A. Kartini. Kesetaraan adalah kunci bagi kaum perempuan untuk mendapat pengajaran dan pendidikan yang sama dengan laki-laki. Perempuan harus pintar, memiliki kualitas mental-intelektual yang mumpuni, dan memiliki ruang gerak yang sama untuk berekspresi di lingkungan sosial selama tidak menentang kodratnya sebagai wanita dan ibu bagi anak-anaknya. Genealogi semangat emansipasi R.A. Kartini tidak lepas dari latar belakang pendidikannya di ELS (Europese Lagere School) dan ini sejalan dengan politik etis yang dikembangkan kemudian oleh Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda di awal abad 20. Politik etis ini yang pada akhirnya justru berhasil membangkitkan kesadaran nasionalisme bumiputera untuk keluar dari belenggu penjajahan. Jadi, R.A. Kartini tidak hanya mengetengahkan diskursus emansipasi perempuan, beliau juga dapat dikategorikan sebagai tokoh awal penyibak fajar nasionalisme Indonesia di akhir abad 19 dan awal abad 20.

Lebih dari itu, Bu Etty menambahkan bahwa R.A. Kartini adalah sosok religious. Rihlah ilmiyah Kartini tidak hanya didapatkan dari pendidikan berbahasa Belanda di ELS, akan tetapi beliau juga pernah belajar agama kepada Kiai Sholeh Darat Semarang yang terkenal sebagai guru para ulama besar Nusantara, bahkan Kartini sempat mengaji tafsir Al-Qur’an dengan Kiai Sholeh Darat. Perjumpaannya dengan Kiai Sholeh Darat menjadi oase bagi Kartini untuk mengobati dahaga spiritualnya.

Upacara berlangsung khidmat, di akhir sesi upacara peserta diajak bersama-sama menyanyikan lagu nasional “Ibu Kita Kartini” ciptaan W.R. Supratman pada tahun 1928.

Bagikan :

Artikel Lainnya

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI TES KOM...
MAN 1 Kudus Peringati Hari Keban...
Kudus – 20 Mei 2024 berlangsung dengan khidmat upacara peringa...
Gali Kreativitas Siswa, MAN 1 Ku...
Kudus – Rabu (15/5/2024) berlangsung dengan meriah acara Gelar...
MAN 1 Kudus Lepas 426 Siswa Kela...
Kudus – 14 Mei 2024 MAN 1 Kudus selenggarakan acara pelepasan ...
Tim ZI MAN 1 Kudus Mengikuti Pen...
Kudus – Senin, 13 Mei 2024 bertempat di Lab. IPS MAN 1 Kudus, ...
Tim Taekwondo MAN 1 Kudus Menyab...
Blora – 7 sd 8 Mei 2024 Tim Taekwondo MAN 1 Kudus mengirim atl...