Usung Inovasi Pengolahan Sampah, Tim Riset MAN 1 Kudus Sabet Juara Harapan I di Ajang Mechanical And Biosystem Fair IPB

Sabtu, 4 November 2023 prestasi menggemberikan kembali dicetak oleh tim riset dari program unggulan Science and Innovation Program (SIP) MAN 1 Kudus yang berhasil menyabet Juara Harapan 1 dalam Lomba Mechanical And Biosystem Fair 2023 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem (Himateta) Institut Pertanian Bogor. Tim SIP MAN 1 Kudus digawangi oleh M. Ihrom Anwar dan M. Nailal Farochi (XI MIPA 8), di bawah asuhan pembimbing riset Arif Noor Adiyanto, S.Pd.

Pada lomba kali ini Ihrom dan Farochi megangkat penelitian berjudul ZERO : Fermentor Eco-Enzyme Berbasis IoT. Penelitian ini berangkat dari keresahan mereka terhadap permasalahan sampah yang semakin hari membawa dampak buruk bagi kelangsungan lingkungan dan kesehatan manusia. Sampah merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh banyak kota di seluruh dunia. Semakin tinggi jumlah penduduk dan aktivitasnya, membuat volume sampah terus meningkat. Akibatnya, untuk mengatasi sampah diperlukan biaya yang tidak sedikit dan lahan yang semakin luas. Pada hakikatnya sampah bukanlah suatu hal yang merugikan bagi manusia, sampah bisa berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat jika manusia mengetahui teknik pengolahan yang tepat. Akan tetapi, selama ini masih banyak masyarakat yang menggunakan teknik tradisional dalam mengolah sampah dan kurang ramah dengan lingkungan. Salah satu pengolahan sampah yang sudah sering di buat yaitu eco-enzyme. Eco-enzyme adalah ekstrak cairan yang dihasilkan dari fermentasi sisa sayuran dan buah-buahan dengan substrat gula merahatau molase. Prinsip proses pembuatan eco-enzyme sendiri sebenarnya mirip proses pembuatan kompos, namun ditambahkan air sebagai media pertumbuhan sehingga produk akhir yang diperoleh berupa cairan yang lebih disukai karena lebih mudah digunakandan mempunyai banyak manfaat. Namun, salah satu kendala yang sering di hadapi yaitu kurangnya monitoring pembuatan eco-enzyme dan wadah yang di gunakan sehingga masih banyaknya kegagalan dalam pembuatannya. Solusi yang ditawarkan yaitu fermentor eco-enzyme berbasis internet of things. Fermentor ini terdiri dari sensor RTC, Sensor Warna TCS3200, sensor MQ 3, dan sensor PH. Prinsip kerja alat yaitu apabila sensor RTC mengingatkan waktu fermentasi eco-enzim telah selesai maka akan kirim notifikasi ke aplikasi blynk, sementara sensor warna mendeteksi warna coklat pada fermentor eco enzyme maka akan kirim notifikasi ke aplikasi blynk bahwa fermentor hasilnya bagus. Apabila sensor MQ 3 mendeteksi gas alcohol dan sensor PH mendeteksi asam pada bak fermentor maka hal ini menandakan proses eco enzyme sudah selesai. Harapannya dengan adanya bak fermentor eco enzim dapat mempermudah pemantauan dalam pembuatan eco-enzyme.

Proses latihan lomba berlangsung intensif sejak dua minggu sebelum hari-H lomba. Setelah melalui babak final presentasi dan tanya jawab, Ihrom dan Farochi sukses mempertahankan karya tulisnya dan meraih Juara Harapan I. Prestasi ini sudah tentu menambah daftar prestasi yang telah banyak diraih siswa-siswi MAN 1 Kudus dalam satu tahun terakhir, terutama di bidang riset. Kepala MAN 1 Kudus, Drs. H. Taufik, M.Pd. terus memberi dorongan penuh kepada tim riset, sebagai upaya meneguhkan nama besar MAN 1 Kudus sebagai Madrasah Berbasis Riset.

Bagikan :

Artikel Lainnya

MAN 1 Kudus Peringati Hari Lahir...
Kudus – 1 Juni 2024 bertempat di Hall Indoor MAN 1 Kudus selur...
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI TES WAW...
MAN 1 Kudus Berpartisipasi dalam...
Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menggelar pe...
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI TES KOM...
MAN 1 Kudus Peringati Hari Keban...
Kudus – 20 Mei 2024 berlangsung dengan khidmat upacara peringa...
Gali Kreativitas Siswa, MAN 1 Ku...
Kudus – Rabu (15/5/2024) berlangsung dengan meriah acara Gelar...